
Pasang Granit Tile Tanpa Retak, Ini Rahasianya
Pasang granit tile sering dianggap mudah karena tampilannya mirip dengan keramik biasa. Padahal, karakter granit jauh berbeda dan membutuhkan perlakuan khusus. Jika proses pemasangan kurang tepat, risiko retak, kopong, atau terlepas bisa terjadi dalam waktu singkat.
Agar pasang granit tile menghasilkan permukaan yang kuat dan tahan lama, ada beberapa hal penting yang perlu perhatian khusus sejak tahap persiapan hingga finishing.
Mengapa Granit Tile Perlu Teknik Khusus?
Granit tile memiliki struktur lebih padat dan berat daripada keramik. Daya serap airnya juga rendah sehingga perekat tidak mudah meresap ke dalam material. Dengan demikian, karakter ini membuat proses pasang granit tile tidak bisa sama dengan pemasangan keramik biasa.
Jika menggunakan adukan semen konvensional tanpa perekat khusus, daya lekat bisa kurang maksimal. Selain itu, beban yang tidak terdistribusi merata juga berpotensi memicu retakan, terutama pada area yang sering banyak mobilisasi.
Karena itu, teknik pemasangan dan pemilihan material pendukung menjadi kunci utama agar granit tidak mudah rusak.
Persiapan Permukaan sebagai Fondasi Utama
Banyak yang menganggap bahwa tahap persiapan adalah hal sepele, padahal menjadi fondasi keberhasilan pasang granit tile. Permukaan lantai atau dinding harus benar-benar rata dan kokoh.
Pastikan tidak ada bagian yang bergelombang atau berlubang. Jika terdapat retakan pada lantai dasar, lakukan perbaikan terlebih dahulu. Bersihkan debu, minyak, dan sisa cat yang dapat mengganggu daya lekat perekat.
Membasahi permukaan secukupnya sebelum pemasangan juga membantu menjaga kelembapan dasar. Namun, hindari kondisi terlalu basah karena dapat mengencerkan perekat. Permukaan yang rata dan bersih membantu distribusi beban lebih merata sehingga risiko retak dapat terminimalisir.
Gunakan Perekat Khusus Granit
Salah satu kesalahan paling sering saat pasang granit tile adalah menggunakan campuran semen dan pasir biasa. Campuran tersebut tidak memiliki elastisitas yang cukup untuk menahan perubahan suhu dan beban berat.
Perekat khusus granit terrancang dengan daya rekat tinggi dan tingkat kelenturan yang lebih baik. Karakter ini membantu granit tetap stabil meski terjadi pemuaian atau penyusutan akibat perubahan suhu.
Dengan perekat yang tepat, ikatan antara granit dan permukaan dasar menjadi lebih kuat sehingga peluang untuk terjadi risiko retak atau kopong lebih terminimalisir.
Teknik Aplikasi Perekat yang Tepat
Selain memilih produk yang sesuai, cara aplikasi juga sangat menentukan hasil akhir pasang granit tile.
Gunakan roskam bergerigi untuk meratakan perekat di atas lantai. Pola bergerigi membantu menciptakan ketebalan yang konsisten dan mencegah terbentuknya rongga udara.
Teknik back buttering juga sangat dianjurkan. Oleskan perekat tipis di bagian belakang granit sebelum ditempelkan. Metode ini memastikan seluruh permukaan bawah granit terlapisi perekat secara merata.
Setelah granit ditempatkan, tekan dan ketuk perlahan menggunakan palu karet agar posisi rata dan menempel sempurna. Langkah ini penting untuk menghilangkan rongga yang dapat menyebabkan granit retak saat menerima beban.
Perhatikan Jarak Nat
Nat bukan sekadar elemen estetika. Pada pasang granit tile, nat berfungsi sebagai ruang ekspansi ketika material memuai atau menyusut akibat perubahan suhu.
Untuk area dalam ruangan, jarak nat umumnya berkisar 2–3 milimeter. Area luar ruangan dapat menggunakan jarak sedikit lebih lebar karena paparan suhu lebih ekstrem.
Tanpa nat yang memadai, tekanan antargranit bisa saling mendorong dan memicu retakan di bagian sudut atau tepi.
Jangan Terburu-buru Menggunakan Lantai
Tahap pengeringan sering diabaikan karena ingin segera menggunakan ruangan. Padahal, perekat membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan optimal.
Biarkan granit mengering minimal 24 jam sebelum diinjak ringan. Untuk penggunaan penuh atau penempatan furnitur berat, sebaiknya tunggu hingga 48 jam. Kesabaran pada tahap ini sangat berpengaruh terhadap daya tahan hasil akhir.
Menginjak lantai terlalu cepat dapat menggeser posisi granit dan menciptakan rongga di bawahnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan granit kopong dan mudah retak.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan berikut sering terjadi saat pasang granit tile dan sebaiknya dihindari.
Menggunakan adukan semen biasa tanpa perekat khusus.
Mengabaikan kerataan permukaan dasar.
Tidak memberikan jarak nat yang cukup.
Menginjak lantai sebelum perekat benar-benar kering.
Kesalahan kecil tersebut dapat berdampak besar pada kekuatan dan umur pakai granit.
Rekomendasi Perekat untuk Granit Tile
Selain teknik pemasangan, kualitas perekat sangat memengaruhi hasil pasang granit tile. Penggunaan mortar instan khusus granit membantu memastikan daya lekat lebih kuat dan konsisten.
Salah satu produk rekomendasi yang terpercaya yakni Mortar Indonesia K-2 Perekat Granit. Produk ini khusus untuk pemasangan granit tile berukuran besar pada lantai maupun dinding.
Keunggulannya meliputi daya rekat tinggi, tekstur halus sehingga mudah pengaplikasiannya, serta kemampuan mengurangi risiko kopong dan retak. Produk ini juga bisa untuk area interior maupun eksterior.
Kesimuplannya, pemasangan granit tile tanpa retak bukan sekadar soal keberuntungan. Hasil yang kuat dan rapi bergantung pada persiapan permukaan, penggunaan perekat khusus, teknik aplikasi yang benar, serta waktu pengeringan yang cukup.
Dengan mengikuti langkah yang tepat, granit tile dapat bertahan lama dan tetap terlihat elegan. Mengabaikan satu tahap saja berpotensi menimbulkan kerusakan di kemudian hari.
Untuk kebutuhan material bangunan lainnya, pastikan membeli melalui supplier resmi dan terdaftar seperti di sini. Produk yang tersedia terjamin keasliannya, pilihan merek lebih lengkap, serta distribusinya jelas. Harga lebih transparan dan proses pembelian lebih aman sehingga proyek dapat berjalan tanpa kendala kualitas.