Panduan Pemasangan Keramik dari Nol sampai Finishing!

Pemasangan keramik membutuhkan proses yang rapi dan terencana agar hasilnya tahan lama, tidak kopong, dan terlihat presisi. Banyak orang mengalami masalah seperti keramik mengangkat, nat cepat retak, atau permukaan bergelombang karena langkah pemasangan keramik yang tidak tepat.

Panduan ini membantu kamu melakukan pemasangan keramik dengan lebih efisien, lebih hemat biaya, dan menghasilkan lantai atau dinding yang kokoh serta estetis.

Persiapan Sebelum Memasang Keramik

1. Cek Kondisi Permukaan Lantai atau Dinding

Sebelum memulai pemasangan keramik, pastikan permukaan benar-benar rata dan kuat. Permukaan yang retak atau bergelombang dapat membuat pemasangan keramik tidak menempel sempurna sehingga menimbulkan risiko kopong. Lakukan perataan dengan mortar jika diperlukan dan pastikan lantai beton sudah kering optimal.

Jika permukaan terlalu kasar atau tidak rata, lakukan perataan menggunakan mortar atau screed. Sementara untuk lantai baru, pastikan beton sudah kering sempurna agar kelembapannya tidak merusak ikatan perekat.

2. Hitung Jumlah Keramik yang Dibutuhkan

Pemasangan keramik yang rapi dimulai dari perhitungan kebutuhan yang akurat. Tambahkan 5–10% cadangan untuk mengantisipasi pemotongan dan kerusakan keramik. Siapkan alat pendukung seperti tile spacer, tile cutter, palu karet, dan material nat.

3. Pilih Perekat yang Tepat

Tile adhesive lebih direkomendasikan untuk pemasangan keramik karena memiliki daya rekat tinggi dan aplikasinya lebih mudah. Perekat ini sangat efektif untuk pemasangan keramik besar maupun keramik dinding. Dengan perekat yang tepat, risiko keramik kopong atau bergeser dapat dikurangi.

Proses Pemasangan Keramik

1. Buat Pola Pemasangan Terlebih Dahulu

Sebelum menempelkan keramik, buat pola pemasangan keramik untuk memastikan susunan terlihat rapi dan simetris. Tentukan titik tengah ruangan agar pemasangan keramik tidak terlihat miring. Teknik ini membantu meminimalkan pemotongan berlebihan di sudut ruangan.

2. Aplikasikan Perekat Secara Merata

Gunakan roskam bergerigi untuk mengaplikasikan perekat agar ketebalan lapisan merata. Beri perekat pada permukaan lantai dan bagian belakang keramik (back buttering) terutama untuk ukuran besar. Teknik ini memastikan ikatan lebih kuat dan meminimalkan rongga udara yang menyebabkan bunyi kopong.

3. Pasang Keramik dengan Tekanan Merata

Tempelkan keramik sambil ditekan perlahan menggunakan palu karet agar rata. Jarak antar-keramik harus konsisten, sehingga pemasangan keramik terlihat presisi. Tile spacer membantu menjaga jarak nat.

4. Cek Kerataan Secara Berkala

Gunakan waterpass untuk mengecek kerataan setiap baris pemasangan. Keramik yang tidak rata akan sulit diperbaiki jika perekat sudah mengering. Karena itu, pastikan mengecek secara rutin untuk menjaga hasil akhir tetap presisi.

3. Proses Finishing Agar Hasil Rapi dan Tahan Lama

1. Pasang Nat Setelah Keramik Mengering

Setelah keramik dipasang dan didiamkan 24 jam, isi celah nat menggunakan campuran grout berkualitas. Pilih warna nat yang serasi agar tampilan keramik semakin rapi. Untuk area lembap seperti kamar mandi, gunakan nat anti-jamur agar tidak cepat menghitam.

2. Bersihkan Sisa Perekat dan Permukaan Keramik

Sisa perekat yang menempel di permukaan keramik harus dibersihkan sebelum mengering. Gunakan spons lembap untuk membersihkan noda perekat dan nat agar tampilan keramik bersih dan profesional.

3. Lakukan Evaluasi Akhir

Periksa seluruh permukaan keramik untuk memastikan tidak ada bagian yang kopong, miring, atau retak. Jika ditemukan keramik yang tidak sempurna, segera lepaskan dan perbaiki sebelum perekat mengeras sepenuhnya.

Tips Tambahan Agar Pemasangan Keramik Lebih Hemat dan Efektif

1. Gunakan Material Secara Bijak

Pilih keramik dengan kualitas sesuai kebutuhan ruangan. Area publik seperti ruang tamu atau dapur membutuhkan keramik lebih kuat, sementara kamar tidur dapat memakai keramik dengan harga lebih ekonomis.

Gunakan perekat secukupnya sesuai petunjuk kemasan. Tile adhesive lebih hemat karena pemakaiannya lebih efisien dibanding campuran semen tradisional.

2. Pilih Tukang Berpengalaman

Keahlian tukang sangat menentukan hasil pemasangan, meskipun kamu sudah memilih material berkualitas. Tukang berpengalaman paham teknik leveling, pemotongan presisi, serta pola pemasangan yang estetis. Ini membantu meminimalkan pemborosan dan mempercepat proses pengerjaan.

3. Berikan Waktu Pengeringan yang Cukup

Hindari menginjak keramik sebelum 24 jam agar posisinya tidak bergeser. Berikan waktu tambahan untuk area berat seperti dapur atau ruang tamu agar keramik terikat sempurna.

Memasang keramik membutuhkan perencanaan matang, mulai dari persiapan permukaan, pemilihan perekat yang tepat, hingga finishing yang teliti. Dengan mengikuti langkah-langkah dalam panduan pasang keramik dari nol ini, hasil akhir lebih rapi, kokoh, dan tahan lama.

Ingin pemasangan keramik lebih hemat dan hasil maksimal? Lengkapi semua kebutuhan rumah mu langsung dari distributornya disini.