
Mortar untuk Granit dan Keramik Besar, Perhatikan ini!
Penggunaan granit dan keramik berukuran besar semakin populer pada hunian modern karena tampilannya rapi dan elegan. Namun, material dengan dimensi besar membutuhkan penanganan khusus, terutama dalam pemilihan perekat. Banyak kasus lantai atau dinding bermasalah bukan karena kualitas granitnya, melainkan karena kesalahan memilih mortar untuk granit.
Tanpa mortar yang tepat, granit dan keramik besar berisiko mengalami popping, retak, atau terlepas setelah beberapa waktu. Oleh karena itu, memahami karakter mortar dan cara aplikasinya menjadi langkah penting agar hasil pemasangan lebih kuat, rapi, dan tahan lama.
Mengapa Granit dan Keramik Besar Membutuhkan Mortar Khusus?
Granit dan keramik besar memiliki bobot yang lebih berat serta pori permukaan yang lebih rapat. Kondisi ini membuat daya rekat material menjadi lebih menantang dibandingkan keramik standar. Karena itu, mortar konvensional sering kali tidak mampu menahan beban dan pergerakan material secara optimal.
Selain itu, ukuran besar memerlukan lapisan perekat yang merata. Mortar yang tidak fleksibel atau kurang daya rekat dapat menyebabkan rongga udara di bawah granit, sehingga meningkatkan risiko keretakan.
Karakteristik Mortar untuk Granit yang Ideal
Daya Rekat Tinggi
Mortar yang tepat mampu menempel kuat pada permukaan granit yang relatif licin. Daya rekat tinggi membantu menjaga posisi granit tetap stabil meskipun menerima beban berat.
Elastis dan Tidak Mudah Retak
Perubahan suhu dan pergerakan struktur bangunan dapat memengaruhi lantai atau dinding. Mortar yang elastis mampu menyesuaikan pergerakan tersebut tanpa menyebabkan retakan.
Mudah Diaplikasikan
Mortar untuk granit umumnya memiliki tekstur lebih halus sehingga memudahkan proses perataan. Dengan demikian, pemasangan menjadi lebih rapi dan efisien.
Perbedaan Mortar Granit dan Perekat Konvensional
Banyak orang masih menggunakan campuran semen dan pasir untuk memasang granit. Padahal, metode ini memiliki keterbatasan.
-
Daya rekat lebih rendah
-
Risiko rongga udara lebih besar
-
Proses pengerjaan lebih lama
-
Konsistensi kualitas sulit dijaga
Sebaliknya, mortar instan khusus granit dirancang dengan komposisi terkontrol sehingga hasil pemasangan lebih stabil dan tahan lama.
Rekomendasi Merek Mortar untuk Granit dan Keramik
![]()
- Mortar Indonesia K-1 Perekat Keramik
adalah mortar yang dirancang khusus untuk pemasangan keramik pada dinding ataupun lantai. Produk ini dibuat dengan campuran semen, pasir, dan bahan tambahan yang tercampur secara homogen sehingga daya rekatnya kuat dan konsisten.
-
Mortar Indonesia K-2 Perekat Granit
punya karakter yang mirip dengan K-1, tetapi diformulasikan khusus untuk granit atau homogeneous tile (ubin ukuran besar maupun berat), sekaligus bisa dipakai juga untuk keramik dan batu alam.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Mortar untuk Granit
Ukuran dan Ketebalan Granit
Semakin besar dan tebal granit, semakin tinggi pula kebutuhan daya rekat mortar. Pastikan spesifikasi mortar sesuai dengan ukuran material yang digunakan.
Area Pemasangan
Pemasangan di area basah seperti kamar mandi atau teras membutuhkan mortar dengan ketahanan air yang baik. Faktor lingkungan sangat memengaruhi performa perekat.
Waktu Kerja Mortar
Mortar dengan waktu kerja yang cukup memberikan keleluasaan saat pemasangan. Dengan waktu yang ideal, Anda bisa menyesuaikan posisi granit tanpa terburu-buru.
Teknik Aplikasi Mortar untuk Granit dan Keramik Besar
Persiapan Permukaan yang Matang
Sebelum mengaplikasikan mortar, pastikan permukaan lantai atau dinding benar-benar bersih dan rata. Permukaan yang berdebu, berminyak, atau bergelombang dapat mengurangi daya rekat mortar. Oleh karena itu, lakukan pembersihan menyeluruh dan perataan awal jika diperlukan. Pada beberapa kondisi, pembasahan ringan pada permukaan juga membantu meningkatkan daya ikat mortar tanpa membuatnya terlalu basah.
Pencampuran Mortar Sesuai Takaran
Takaran air memengaruhi performa mortar secara signifikan. Mortar yang terlalu encer akan kehilangan kekuatan rekat, sedangkan mortar yang terlalu kental sulit diratakan. Campurkan mortar sesuai petunjuk pabrik hingga mencapai konsistensi yang mudah diaplikasikan tetapi tetap padat. Proses pencampuran yang tepat membantu mortar bekerja optimal saat menahan beban granit.
Metode Double Spreading
Teknik double spreading menjadi metode yang sangat dianjurkan untuk granit dan keramik besar. Pada teknik ini, aplikator mengoleskan mortar pada permukaan lantai atau dinding, lalu mengoleskan lapisan tipis mortar pada bagian belakang granit. Cara ini membantu mengisi rongga udara secara maksimal dan meningkatkan kontak antara granit dan permukaan. Dengan metode ini, risiko popping dan retak dapat diminimalkan.
Kesimpulan
Pemilihan mortar untuk granit tidak bisa dilakukan sembarangan, terutama untuk granit dan keramik berukuran besar. Mortar dengan daya rekat tinggi, sifat elastis, serta aplikasi yang tepat mampu menjaga hasil pemasangan tetap rapi dan awet. Dengan memahami karakter material dan teknik pemasangan, Anda dapat menghindari berbagai masalah di kemudian hari.
Jika Anda sedang merencanakan pemasangan granit atau keramik besar, sebaiknya mulai berkonsultasi melalui tim Jual Mortar. Di sana, Anda dapat menemukan pilihan mortar sesuai kebutuhan, membandingkan spesifikasi, serta mendapatkan solusi terbaik untuk proyek bangunan Anda.