Mengenal Mortar dan Fungsinya

Fungsi dan Jenis Mortar Berdasarkan Kegunaannya di Dunia Konstruksi

Dalam dunia konstruksi modern, mortar memegang peranan penting sebagai bahan pengikat yang memastikan elemen bangunan menyatu dengan kuat dan stabil.
Meskipun sekilas tampak sederhana—hanya campuran semen, pasir, dan air—mortar memiliki fungsi dan jenis yang beragam, tergantung pada kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Dari pemasangan bata, plesteran dinding, hingga finishing akhir seperti acian, setiap jenis mortar memiliki karakteristik dan komposisi yang berbeda.

Apa Itu Mortar dan Mengapa Penting di Dunia Konstruksi

 mortar adalah bahan pengikat yang digunakan untuk merekatkan satu elemen bangunan dengan elemen lainnya.
Kombinasi bahan penyusunnya terdiri dari:

  • Semen sebagai bahan pengikat utama,

  • Agregat halus (pasir) untuk memberikan kekuatan tekan,

  • Air sebagai media reaksi kimia (hidrasi),

  • Dan terkadang aditif khusus untuk meningkatkan daya rekat, mengurangi retak, atau mempercepat waktu kering.

Tanpa mortar yang baik, dinding akan mudah retak, tidak rata, bahkan dapat menurunkan kekuatan struktur bangunan secara keseluruhan.
Karena itu, pemilihan jenis mortar yang tepat sangat menentukan kualitas dan durabilitas hasil pekerjaan konstruksi.

Fungsi Utama Mortar dalam Konstruksi

  1. Sebagai Perekat Antar Material Bangunan

    Fungsi paling mendasar dari mortar adalah mengikat material seperti bata, batako, atau batu alam agar membentuk satu kesatuan yang solid.
    Mortar mengisi celah di antara material, memastikan tidak ada rongga udara, serta menjaga kestabilan struktur.
    Tanpa perekat yang kuat, dinding mudah goyah dan tidak tahan terhadap tekanan maupun getaran.

  2. Sebagai Lapisan Pelindung (Plesteran)

    Mortar juga digunakan sebagai lapisan pelindung permukaan dinding.
    Plesteran mortar membantu melindungi bata atau beton dari pengaruh cuaca, rembesan air, dan kerusakan mekanis.
    Selain itu, lapisan plester membuat permukaan dinding lebih rata dan siap untuk tahap finishing seperti pengecatan atau acian.

  3. Sebagai Lapisan Finishing (Acian)

    Setelah proses plesteran selesai, mortar acian digunakan untuk membuat permukaan lebih halus dan rapi.
    Mortar jenis ini memiliki tekstur lebih halus karena menggunakan pasir ayakan halus atau filler tambahan.
    Hasilnya adalah permukaan yang halus, padat, dan siap menerima cat atau pelapis lainnya.

  4. Sebagai Perekat Keramik dan Batu Alam

    Dalam pekerjaan lantai dan dinding, mortar digunakan untuk merekatkan keramik, granit, atau batu alam agar kuat menempel pada permukaan dasar.
    Jenis mortar ini membutuhkan daya rekat tinggi dan kemampuan menahan beban tekan serta perubahan suhu.

  5. Sebagai Bahan Perataan dan Perbaikan

    Mortar juga kerap digunakan untuk meratakan permukaan yang tidak rata atau memperbaiki bagian dinding yang rusak.
    Dengan komposisi yang tepat, mortar dapat menutup celah, memperbaiki retakan, hingga memperkuat struktur lama agar kembali solid.

Jenis-Jenis Mortar Berdasarkan Kegunaannya

Perkembangan teknologi bahan bangunan menghadirkan berbagai jenis mortar siap pakai dengan formula berbeda.
Berikut pembagian jenis mortar berdasarkan fungsi dan penggunaannya di dunia konstruksi:

1. Mortar Perekat Bata (Thinbed Mortar)

Jenis mortar ini dirancang khusus untuk pemasangan bata ringan atau bata hebel.
Berbeda dari adukan konvensional, mortar perekat bata memiliki tekstur lebih halus dan tipis sehingga cukup diaplikasikan dengan ketebalan 2–3 mm saja.

Keunggulan:

  • Hemat pemakaian material,

  • Aplikasi lebih cepat dan efisien,

  • Daya rekat tinggi,

  • Mengurangi risiko retak akibat susut.

Kegunaan utama: untuk merekatkan blok AAC (Autoclaved Aerated Concrete) atau bata ringan di proyek perumahan, gedung bertingkat, dan bangunan komersial.

2. Mortar Plesteran (Rendering Mortar)

Mortar plesteran berfungsi melapisi dan meratakan permukaan dinding bata atau beton.
Formulasinya dibuat agar mudah diaplikasikan dan memiliki daya rekat tinggi pada berbagai jenis substrat.

Keunggulan:

  • Membentuk permukaan dinding yang rata dan kokoh,

  • Melindungi dinding dari kelembapan dan kerusakan,

  • Dapat digunakan untuk interior maupun eksterior.

Kegunaan utama: tahap awal sebelum proses acian dan finishing dinding.

3. Mortar Acian (Finishing Mortar)

Mortar acian adalah jenis mortar dengan butiran sangat halus, berfungsi sebagai lapisan akhir untuk memperhalus permukaan dinding plester.
Biasanya diaplikasikan setipis 1–2 mm untuk memberikan tampilan yang rapi dan halus seperti kaca.

Keunggulan:

  • Tekstur halus dan mudah diaplikasikan,

  • Menutup pori-pori plesteran,

  • Siap langsung untuk pengecatan,

  • Hasil akhir halus dan tidak mudah retak.

Kegunaan utama: finishing permukaan dinding pada bangunan residensial maupun komersial.

4. Mortar Perekat Keramik (Tile Adhesive Mortar)

Jenis mortar ini diformulasikan khusus untuk merekatkan keramik, granit, atau batu alam pada permukaan dinding dan lantai.
Daya rekat dan elastisitasnya lebih tinggi dibandingkan adukan semen-pasir konvensional.

Keunggulan:

  • Daya lekat tinggi bahkan pada permukaan licin,

  • Tahan air dan panas,

  • Mengurangi risiko keramik terangkat atau lepas,

  • Aplikasi lebih tipis dan efisien.

Kegunaan utama: pekerjaan pemasangan lantai atau dinding keramik, terutama di area basah seperti kamar mandi dan dapur.

5. Mortar Nat Keramik (Tile Grout Mortar)

Setelah keramik terpasang, nat menjadi elemen penting untuk mengisi celah antar keramik agar tidak mudah dimasuki air atau kotoran.
Mortar nat memiliki formula anti-jamur, tahan air, dan mudah dibersihkan.

Keunggulan:

  • Menjaga tampilan keramik tetap bersih,

  • Mencegah rembesan air ke bawah permukaan,

  • Tersedia dalam berbagai warna sesuai desain interior.

Kegunaan utama: finishing lantai dan dinding berkeramik di area kering maupun basah.

6. Mortar Perbaikan (Repair Mortar)

Mortar perbaikan digunakan untuk menambal retakan atau memperbaiki permukaan beton yang rusak.
Biasanya memiliki campuran bahan aditif yang meningkatkan daya rekat dan kekuatan tekan.

Keunggulan:

  • Cocok untuk perbaikan struktur beton, kolom, dan balok,

  • Daya rekat tinggi pada permukaan lama,

  • Cepat kering dan tidak mudah mengelupas.

Kegunaan utama: restorasi dan perbaikan struktur bangunan lama atau retak lokal pada dinding beton.

Tips Memilih Mortar yang Tepat

Mengenal Mortar dan Fungsinya

Pemilihan mortar tidak bisa sembarangan. Agar hasil pekerjaan optimal, pertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Sesuaikan dengan fungsi pekerjaan – pilih mortar sesuai kebutuhan (plester, acian, perekat, atau perbaikan).

  2. Gunakan mortar instan berkualitas – produk modern memiliki campuran aditif khusus yang meningkatkan daya rekat dan mencegah retak.

  3. Perhatikan waktu kering dan daya rekat – pastikan sesuai kondisi cuaca dan kecepatan kerja di lapangan.

  4. Gunakan produk dari produsen terpercaya – jaminan kualitas bahan sangat memengaruhi hasil akhir bangunan.

  5. Ikuti petunjuk teknis pada kemasan – mulai dari rasio air, cara pengadukan, hingga waktu aplikasi.

Dengan memilih mortar sesuai fungsi dan prosedur, hasil dinding atau lantai akan lebih rapi, kuat, dan tahan lama.

Kesimpulan

jual mortar_Mortar Plesteran Instan: Solusi Permukaan Dinding Halus & Kuat

Dengan memahami fungsi dan jenis mortar berdasarkan kegunaannya, pekerja konstruksi maupun pemilik proyek dapat memilih bahan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Gunakan selalu produk mortar berkualitas dari jualmortar.com, yang menghadirkan solusi bahan bangunan modern, efisien, dan tahan lama untuk berbagai jenis proyek.

Bangunan yang kuat berawal dari bahan yang tepat—dan mortar adalah salah satu fondasi utamanya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *