
Keramik Rusak Bisa Diatasi: Model Pemasangan Keramik Anti Licin
Keramik rusak tidak selalu disebabkan kualitas produk. Banyak kasus terjadi karena pola pemasangan tidak sesuai kondisi rumah tropis yang lembap. Area seperti kamar mandi, teras, dan dapur lebih rawan licin sehingga butuh pola pemasangan keramik yang benar agar lantai tetap kuat dan aman.
Saat model pemasangan kurang tepat, air mudah masuk melalui celah dan membuat keramik rusak lebih cepat. Karena itu, pemilihan pola harus disesuaikan dengan karakter ruangan dan teknik pemasangan yang tepat.
Model Pemasangan Keramik Anti Licin yang Direkomendasikan
![]()
1. Pola Tegak Lurus (Straight Pattern)
Pola ini sederhana dan stabil. Jarak antar keramik mudah diatur, sehingga pemasangan lebih presisi. Saat nat rapi, potensi keramik rusak berkurang karena air tidak mudah masuk ke bawah permukaan. Pola ini cocok untuk kamar mandi dan area cuci.
2. Pola Diagonal
Pola diagonal memberi daya kunci lebih kuat. Sudut-sudutnya saling mengikat sehingga keramik tidak mudah bergeser. Permukaan terasa lebih solid dan aman untuk area yang sering terkena air. Selain estetis, pola ini membantu mengurangi keramik rusak akibat tekanan tidak merata.
3. Pola Bata (Running Bond)
Posisi keramik yang tidak sejajar memberikan distribusi beban lebih baik. Pola bata cocok untuk lantai rumah tropis yang sering mengalami perubahan suhu. Keramik tidak mudah retak karena beban tidak terpusat di satu garis. Risiko pergeseran juga lebih kecil sehingga keramik tetap stabil.
4. Pola Herringbone
Pola ini menciptakan penguncian alami. Setiap potongan saling menahan sehingga keramik lebih kuat saat diinjak atau terkena perubahan temperatur. Meskipun terlihat mewah, pola ini juga efektif mengurangi keramik rusak pada ruangan dengan aktivitas tinggi.
5. Pola Modular
Penggabungan beberapa ukuran keramik membuat lantai lebih padat. Struktur yang rapat membantu mengurangi potensi rongga, sehingga keramik tidak mudah terangkat. Pola ini cocok untuk teras rumah tropis yang sering lembap.
Jenis-Jenis Keramik Lantai Anti Licin yang Bisa Mengurangi Kerusakan
![]()
Agar lantai tidak licin dan tetap tahan lama, pemilihan jenis keramik menjadi hal penting. Berikut beberapa tipe yang lebih aman digunakan:
1. Keramik Tekstur Matte
Permukaan matte punya gesekan lebih baik. Cocok untuk kamar mandi, teras, dan dapur. Teksturnya membantu pengguna tidak mudah terpeleset dan menahan tekanan lebih stabil, sehingga keramik tidak cepat rusak.
2. Keramik Bertekstur Kasar (Anti Slip)
Biasanya memiliki tekstur seperti pasir halus atau garis timbul. Tipe ini memang dirancang untuk area basah yang intens terkena air. Permukaan yang lebih kesat membantu mencegah geser berlebih yang bisa merusak keramik.
3. Keramik Homogenous
Keramik homogen memiliki komposisi yang sama dari permukaan hingga bagian dalamnya. Kekuatan tekanannya lebih tinggi, tahan air, dan tidak mudah pecah. Jenis ini cocok untuk area yang menanggung beban berat.
4. Keramik Motif Batu Alam
Banyak dipilih untuk area luar ruangan. Teksturnya tidak licin dan daya rekatnya bagus bila dipasang menggunakan mortar perekat berkualitas. Lantai jadi lebih tahan terhadap paparan air dan perubahan suhu.
5. Keramik Unglazed
Tanpa lapisan glasur, membuat permukaan terasa lebih natural dan tidak licin. Material ini lebih keras dan cocok untuk area servis yang membutuhkan lantai kuat.
Dengan memilih jenis keramik yang tepat, potensi lantai licin menurun dan risiko keramik rusak berkurang secara signifikan.
Teknik Pemasangan yang Membantu Mengurangi Keramik Rusak
1. Gunakan Mortar Perekat Berkualitas
ortar perekat keramik memiliki formula khusus yang membuat keramik menempel lebih kuat. Tidak seperti semen biasa, mortar mengikat keramik secara merata sehingga rongga tidak mudah terbentuk. Semakin sedikit rongga, semakin kecil risiko keramik rusak, licin, atau terangkat.
Beberapa produk mortar yang sangat direkomendasikan termasuk:
-
Mortar Indonesia K-1 untuk keramik standar,
-
Mortar Indonesia K-2 untuk keramik ukuran besar,
-
Mortar Ubond Perekat Keramik untuk area basah atau area yang sering terkena panas.
Daya rekatnya stabil meski pada kondisi lembap sehingga keramik tidak mudah goyang.
2. Aplikasikan Metode Back Buttering
Lapisi bagian belakang keramik dengan tipis mortar sebelum ditempel ke lantai. Teknik ini memastikan keramik menempel merata. Permukaan yang penuh membuat keramik lebih tahan tekanan dan tidak mudah retak.
3. Atur Nat dengan Ukuran Pas
Nat membantu mengatur ekspansi. Jika nat terlalu sempit, tekanan meningkat dan memicu keramik rusak. Ukuran nat yang tepat menjaga keramik tetap stabil dan aman saat suhu berubah.
Tips Tambahan Agar Lantai Anti Licin dan Tidak Mudah Rusak
-
Pilih keramik dengan tekstur matte untuk area basah.
-
Pastikan kemiringan lantai sesuai standar agar air tidak menggenang.
-
Jangan letakkan beban berat sebelum mortar mengering minimal 24 jam.
-
Lakukan pengecekan berkala pada nat dan permukaan keramik.
Dengan kombinasi pola pemasangan yang sesuai dan pemakaian mortar berkualitas, lantai jauh lebih stabil dan tidak cepat rusak.
Keramik rusak bisa diminimalkan dengan memilih model pemasangan keramik anti licin, jenis keramik yang tepat, serta teknik pemasangan yang benar. Kombinasi ini membantu lantai tetap kuat, stabil, dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Jika ingin hasil lebih maksimal, pastikan menggunakan mortar perekat berkualitas agar pemasangan keramik menempel kuat dan tahan lama.
Ingin konsultasi atau beli mortar langsung dari distributornya? Klik disini untuk info selengkapnya dan dapatkan harga yang lebih terjangkau!