Cegah Keramik Menggelembung! Rahasia Agar Lantai Tetap Rata

Keramik menggelembung sering muncul tiba-tiba dan membuat lantai terangkat seperti “menggunung”. Masalah ini bukan hanya merusak tampilan rumah, tetapi juga berisiko menyebabkan keramik pecah dan membahayakan penghuni. Kondisi tersebut biasanya muncul karena pemasangan yang kurang tepat atau bahkan  penggunaan bahan perekat yang tidak sesuai standar.

Banyak pemilik rumah tidak menyadari bahwa keramik menggelembung bisa dicegah sejak awal. Kuncinya ada pada persiapan permukaan, pemilihan perekat, dan teknik pemasangan yang benar. Dengan langkah yang tepat, lantai akan tetap rata, kuat, dan tidak mudah kembung meski digunakan bertahun-tahun.

Apa Penyebab Keramik Menggelembung?

Keramik menggelembung terjadi ketika tekanan dari bawah permukaan lantai meningkat dan keramik tidak punya ruang untuk bergerak. Masalah ini bisa berkembang perlahan dan biasanya terlihat saat cuaca panas atau setelah lantai mengalami pemuaian berkali-kali.

Beberapa faktor pemicu yang paling umum antara lain:

1. Pemuaian Akibat Suhu

Lantai selalu berubah temperatur. Saat panas, keramik memuai; saat dingin, keramik menyusut. Jika pemuaian ini tidak memiliki ruang ekspansi, keramik menggelembung bisa muncul kapan saja.

2. Perekat yang Tidak Cukup Kuat

Semen biasa tidak memiliki daya rekat tinggi dan sering tidak melekat sempurna pada keramik. Akibatnya, lapisan bawah menjadi kosong dan memicu keramik menggelembung di kemudian hari.

3. Permukaan Lantai Tidak Dibersihkan dengan Baik

Tahu nggak sih? kalau debu, minyak, dan sisa material ternyata bisa mengurangi daya rekat lho!. Lapisan yang tidak merata membuat sebagian keramik tidak menempel secara sempurna.

4. Nat Terlalu Tipis atau Mengalami Kerusakan

Ruang antar keramik seharusnya menjadi jalur pelepasan tekanan. Ketika nat tidak kuat atau terlalu sempit, tekanan menumpuk dan membuat keramik menggelembung.

Cara Mencegah Keramik Menggelembung Sejak Awal

Mencegah selalu lebih mudah daripada memperbaiki keramik yang sudah terangkat. Berikut cara paling efektif agar keramik tetap rata dan tidak kembung:

1. Siapkan Permukaan Lantai dengan Benar

Pastikan lantai bersih, rata, dan bebas sisa semen. Permukaan yang rapi memberikan daya rekat optimal sehingga keramik tidak mudah lepas.

2. Gunakan Mortar Perekat Keramik

Mortar instan memiliki daya rekat lebih tinggi dibanding semen biasa. Formulasinya dirancang untuk mencegah rongga, memperkuat bonding, dan menjaga keramik tetap menempel rapat meski terkena perubahan suhu.

Produk yang direkomendasikan:

  • Mortar Indonesia K-1 – cocok untuk pemasangan keramik standar.

  • Mortar Indonesia K-2 – lebih kuat untuk keramik ukuran besar.

  • Mortar Ubond Perekat Keramik – daya rekat tinggi untuk area rumah yang sering panas.

Mortar ini bekerja lebih stabil sehingga risiko keramik menggelembung dapat ditekan secara signifikan.

3. Sisakan Ruang Nat Secukupnya

Ruang kecil di antara keramik ini sebenarnya berperan sebagai jalur ekspansi, yaitu area yang memungkinkan keramik bergerak ketika mengalami pemuaian akibat perubahan suhu.

Jadi, semakin tepat jaraknya biasanya 2–3 mm untuk keramik standar semakin stabil permukaan lantai dan risiko keramik menggelembung dapat ditekan secara maksimal.

4. Pemasangan Teknik Back Buttering

Teknik back buttering menjadi salah satu metode yang paling efektif untuk memastikan keramik menempel sempurna pada permukaan lantai. Caranya yaitu dengan mengoleskan mortar perekat tidak hanya di lantai, tetapi juga di bagian belakang keramik. Lapisan tambahan ini membantu menutup rongga udara yang sering menjadi penyebab utama keramik menggelembung.

Oleh karena itu, teknik ini sangat direkomendasikan terutama untuk keramik ukuran besar, karena bagian tengah keramik biasanya lebih mudah kosong jika hanya mengandalkan olesan mortar di permukaan lantai saja.

5. Hindari Beban Berat Sebelum Mortar Mengering

Setelah pemasangan, beri waktu minimal 24 jam agar mortar mengering sempurna. Keramik akan lebih kuat dan stabil ketika perekat sudah mengikat secara maksimal.

Jika keramik mendapat tekanan saat mortar belum mengering sempurna, permukaan bisa bergeser, timbul rongga, atau ikatan menjadi lemah.Sehingga, kondisi ini bisa memicu masalah di kemudian hari, termasuk keramik menggelembung.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Keramik Sudah Menggelembung?

Jika keramik sudah terangkat, sebaiknya lepaskan seluruh bagian yang terdampak lalu pasang ulang menggunakan mortar perekat. Pastikan permukaannya dibersihkan, diratakan, lalu diberikan jarak ekspansi yang cukup. Semakin cepat kamu memperbaikinya, semakin kecil risiko keramik pecah atau merembet ke area lain.

Masalah ini selalu berawal dari teknik pemasangan yang kurang tepat atau penggunaan perekat yang tidak cukup kuat. Dengan begitu, memilih mortar berkualitas, menyiapkan permukaan dengan baik, dan memastikan adanya ruang ekspansi, kamu bisa mencegah kerusakan lantai sejak awal.

Jika kamu ingin hasil pemasangan yang rapi, kuat, dan bebas risiko keramik menggelembung, gunakan mortar perekat keramik berkualitas yang sudah teruji daya rekatnya.

Cek produk unggulan seperti Mortar Indonesia K-1, K-2, dan Mortar Ubond hanya disini untuk kualitas terbaik dan harga kompetitif. Konsultasikan kebutuhanmu bersama Tim Jual Mortar.