
Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang? Ini Penjelasannya
Banyak tukang merendam keramik sebelum memasangnya untuk membantu proses perekatan. Namun, cara ini tidak berlaku untuk semua jenis ubin dan perekat.
Kebutuhan merendam keramik bergantung pada daya serap ubin dan petunjuk pemasangannya. Beberapa keramik memerlukan perendaman saat menggunakan adukan semen, sementara perekat instan tertentu justru tidak memerlukannya.
![]()
Mengapa Tukang Merendam Keramik?
Keramik dengan daya serap tinggi dapat menarik air dari adukan semen. Jika penyerapan berlangsung terlalu cepat, kondisi ini dapat mengganggu proses perekatan.
Perendaman membantu mengurangi penyerapan air dari adukan pada sistem pemasangan yang memerlukannya. Sebagai contoh, panduan Platinum Ceramics menganjurkan perendaman untuk pemasangan produknya menggunakan campuran semen.
Meski demikian, perendaman tidak otomatis menjamin daya rekat. Tukang tetap perlu menyiapkan bidang pemasangan dan memilih perekat yang sesuai.
Kapan Keramik Perlu Direndam?
Pertimbangkan perendaman ketika keramik memiliki daya serap tinggi dan petunjuk sistem pemasangannya mengharuskan langkah tersebut.
Sebaliknya, ubin dengan daya serap rendah, seperti porselen atau homogeneous tile tertentu, tidak selalu membutuhkan perendaman. Jangan menentukan perlakuan hanya berdasarkan motif, ukuran, atau harga keramik.
Periksa informasi produk dan petunjuk perekat terlebih dahulu. Jika keduanya memberi arahan yang berbeda, tanyakan kepada tim teknis produsen sebelum memulai pekerjaan.
Apakah Perekat Mortar Tetap Memerlukan Perendaman?
Tidak semua mortar perekat membutuhkan perendaman keramik. Sebagai contoh, petunjuk aplikasi SikaCeram-180 GA TileFix menyebut bahwa keramik tidak memerlukan perendaman sebelum pemasangan.
Namun, jangan menganggap ketentuan satu produk berlaku untuk seluruh mortar. Produsen dapat menetapkan persiapan yang berbeda sesuai formulasi dan jenis ubinnya.
Untuk memahami pilihan bahan pemasangan, baca juga pembahasan perbedaan mortar perekat keramik dan semen biasa.
Cara Menyiapkan Keramik Sebelum Pemasangan
Ikuti langkah berikut agar persiapan sesuai dengan sistem perekat:
- Periksa jenis ubin. Baca informasi daya serap dan panduan pemasangan dari produsen keramik.
- Cek petunjuk perekat. Pastikan apakah produk meminta perendaman, pembasahan, atau cukup pembersihan bagian belakang ubin.
- Gunakan air bersih jika perlu merendam. Ikuti durasi dari produsen. Jangan memakai satu patokan waktu untuk semua produk.
- Tiriskan kelebihan air. Pada sistem yang meminta perendaman, hilangkan air berlebih sebelum memasang keramik.
- Ikuti cara aplikasi mortar. Gunakan takaran air yang tepat, pilih roskam bergerigi sesuai kebutuhan, dan pasang ubin selama perekat masih dalam waktu kerjanya.
Selain menyiapkan keramik, bersihkan dan ratakan bidang pemasangan. Perendaman tidak menggantikan pekerjaan persiapan dasar.
Kesalahan yang Perlu Anda Hindari
Beberapa kebiasaan berikut dapat mengganggu hasil pemasangan:
- Merendam semua jenis keramik tanpa membaca petunjuk produk.
- Membiarkan air berlebih pada bagian belakang ubin setelah perendaman.
- Mengubah takaran air mortar tanpa mengikuti kemasan.
- Mengandalkan perendaman saja untuk mencegah keramik kopong atau lepas.
Perhatikan juga pemerataan perekat dan kondisi lantai atau dinding. Keduanya tetap penting meskipun Anda sudah menyiapkan keramik dengan benar.
Pilih Cara Pemasangan Sesuai Produk
Tidak ada satu aturan perendaman yang cocok untuk semua keramik. Ikuti petunjuk ubin dan perekat sebagai satu sistem agar persiapannya selaras.
Temukan pilihan mortar perekat keramik. Sampaikan jenis, ukuran ubin, dan lokasi pemasangan agar tim dapat membantu Anda memilih produk sesuai kebutuhan.
Untuk melengkapi kebutuhan renovasi, cek pilihan material bangunan di sini.