
Cara Menghindari Cat Menggelembung Setelah Renovasi
Renovasi rumah seharusnya membuat tampilan bangunan semakin indah dan nyaman, tetapi banyak orang justru kecewa karena hasil pengecatan bermasalah. Jika Anda belum memahami cara menghindari cat menggelembung, cat dinding baru bisa cepat rusak, muncul gelembung, dan akhirnya harus pengecatan ulang padahal biayanya tidak sedikit. banyak yang menganggap masalah ini sepele, padahal jika terbiarkan, dinding bisa terlihat tidak rapi dan boros waktu serta anggaran.
Karena itu, memahami cara menghindari cat menggelembung sejak awal sangat penting agar hasil renovasi lebih awet, hemat biaya, dan tidak mengecewakan. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa sumber utama masalah ini justru berasal dari tahap awal pekerjaan, yaitu plesteran dan acian menggunakan mortar.
Penyebab Utama Cat Menggelembung Berasal dari Mortar
Banyak orang mengira cat menggelembung karena oleh kualitas cat, padahal dalam banyak kasus akar masalahnya ada pada lapisan bawah, yaitu plester dan acian. Mortar yang masih menyimpan kadar air tinggi akan mendorong uap air naik ke permukaan saat melakukan pengecatan.
Secara umum, penyebab dari sisi mortar antara lain:
- Plesteran terlalu basah dan belum kering sempurna.
- Acian langsung masuk ke tahap tanpa waktu curing cukup.
- Adukan manual dengan komposisi tidak stabil.
- Permukaan mortar rapuh dan berdebu.
Semua hal ini membuat daya rekat cat menjadi lemah dan memicu gelembung.
Peran Mortar dalam Cara Menghindari Cat Menggelembung
Dalam Cara menghindari cat menggelembung, mortar berperan sebagai fondasi utama sebelum cat diaplikasikan. Mortar yang berkualitas akan menghasilkan permukaan dinding yang stabil, padat, dan memiliki kadar kelembaban yang aman untuk pengecatan.
Jika menggunakan mortar instan, kadar air dan komposisinya lebih terkontrol sehingga proses pengeringan lebih merata. Berbeda dengan adukan manual yang sering kali terlalu banyak air atau pasir, membuat permukaan mudah rontok dan menyimpan kelembaban di dalam.
Tips Menghindari Cat MenggelembungÂ
1. Pastikan Proses Plester dan Acian Sudah Kering Sempurna
Salah satu cara menghindari cat menggelembung paling penting adalah memastikan plester dan acian benar-benar kering. Idealnya, tunggu minimal 7–14 hari setelah acian sebelum mulai mengecat.
Dinding yang masih lembab biasanya berasal dari:
- Mortar terlalu basah saat aplikasi.
- Ketebalan plester berlebihan.
- Ventilasi ruangan kurang baik.
Mortar yang belum kering sempurna akan melepaskan uap air ke lapisan cat dan membentuk gelembung dari dalam.
2. Gunakan Mortar Berkualitas agar Permukaan Tidak Berdebu
Banyak orang menganngap membersihkan dinding saja cukup, padahal jika menggunakan mortar yang rapuh sejak awal, cat tetap tidak akan menempel maksimal. Inilah mengapa pemilihan mortar menjadi bagian penting dari cara menghindari cat menggelembung.
Mortar berkualitas akan:
- Menghasilkan permukaan padat.
- Tidak mudah rontok saat disentuh.
- Lebih siap menerima primer dan cat.
Permukaan yang stabil membuat cat lebih awet dan tidak mudah terangkat.
3. Gunakan Cat Dasar (Primer) Setelah Permukaan Mortar Siap
Primer tetap penting, tetapi fungsinya akan maksimal hanya jika permukaan mortar sudah benar. Primer membantu menutup pori-pori, meningkatkan daya rekat, dan menyeimbangkan penyerapan cat.
Tanpa mortar yang baik, primer pun tidak akan bekerja optimal dan risiko gelembung tetap tinggi.
4. Pastikan Memakai Teknik Pengecatan dan Memilih Cuaca yang Mendukung
Setelah lapisan mortar benar, barulah teknik pengecatan berperan. Gunakan lapisan tipis, tunggu kering antar lapisan, dan hindari mengecat saat hujan atau kelembaban tinggi.
Tapi ingat, teknik pengecatan hanya bisa memperbaiki 20–30% hasil akhir. Sisanya tetap berdasarkan oleh kualitas mortar dan proses plesteran.
Masalah cat menggelembung setelah renovasi bukan sekadar masalah cat, tetapi lebih sering karena kesalahan pada tahap plester dan acian. Penggunaan mortar yang tepat, berkualitas, dan sudah kering sempurna merupakan kunci utama dalam cara menghindari cat menggelembung secara menyeluruh. Tanpa dasar mortar yang baik, seberapa pun mahalnya cat tetap berisiko rusak.
Jika Anda ingin hasil pengecatan lebih awet dan tidak mengulang pekerjaan dua kali, pastikan memilih mortar yang sesuai sejak awal. Pada laman ini tersedia berbagai pilihan mortar untuk plester, acian, hingga perekat bata ringan yang bisa dikonsultasikan langsung sesuai kebutuhan proyek Anda, sehingga setiap tahap renovasi berjalan lebih efisien dan minim risiko.
Selain di website tersebut, jika hendak berkonsultasi atau membeli bahan bangunan lainnya. Pastikan untuk hanya membeli di supplier resmi di Indonesia yang terpercaya hanya di sini.