
Kesalahan Saat Memasang Keramik Bisa Bikin Keramik Retak?
Dalam proses finishing bangunan, memasang keramik sering dianggap pekerjaan akhir yang tidak terlalu rumit. Namun, anggapan ini justru membuat banyak orang meremehkan teknik pemasangan yang benar. Padahal, kesalahan saat memasang keramik bisa menyebabkan keramik retak, kopong, bahkan terlepas dalam waktu singkat setelah digunakan.
Oleh karena itu, memahami proses memasang keramik secara tepat menjadi hal penting sebelum memulai pekerjaan. Dengan teknik yang benar dan material yang sesuai, Anda tidak hanya mendapatkan tampilan yang rapi, tetapi juga memastikan keramik lebih kuat dan tahan lama dalam jangka panjang.
Mengapa Kesalahan Memasang Keramik Menyebabkan Keretakan?
Keramik memiliki kekuatan tekan yang tinggi. Namun, keramik tetap rentan retak jika pemasangan tidak mendukung distribusi beban secara merata. Kesalahan kecil saat memasang keramik dapat menciptakan titik lemah yang baru terlihat setelah keramik menerima tekanan, perubahan suhu, atau getaran ringan.
Selain itu, proses pemasangan yang tidak sesuai standar dapat mengganggu daya rekat antara keramik dan permukaan dasar. Akibatnya, keramik menjadi mudah retak meskipun kualitas materialnya tergolong baik.
Kesalahan Umum Saat Memasang Keramik
1. Permukaan Dasar Tidak Siap
Kesalahan paling sering terjadi saat permukaan lantai atau dinding tidak dipersiapkan dengan baik. Jika permukaan tidak rata, tekanan pada keramik menjadi tidak seimbang.
Beberapa kondisi yang sering ditemukan antara lain:
-
Permukaan bergelombang
-
Sisa debu dan kotoran masih menempel
-
Lapisan lama tidak dibersihkan sempurna
Kondisi ini membuat keramik tidak menempel optimal dan meningkatkan risiko retak.
2. Salah Memilih Perekat Keramik
Saat memasang keramik, banyak orang masih mengandalkan adukan semen biasa tanpa mempertimbangkan jenis keramik dan area pemasangan. Padahal, setiap jenis keramik membutuhkan perekat dengan karakteristik berbeda.
Sebagai contoh:
-
Keramik ukuran besar memerlukan daya rekat tinggi
-
Area kamar mandi membutuhkan perekat tahan air
-
Area luar ruangan memerlukan fleksibilitas lebih baik
Pemilihan perekat yang salah membuat ikatan tidak kuat dan memperbesar potensi keretakan.
3. Komposisi Adukan Tidak Tepat
Kesalahan dalam mencampur adukan perekat juga sering terjadi. Jika adukan terlalu kering, daya rekat menjadi lemah. Sebaliknya, adukan yang terlalu cair membuat keramik mudah bergeser.
Dampak dari komposisi yang tidak tepat antara lain:
-
Keramik tidak menempel sempurna
-
Terbentuk rongga udara di bawah keramik
-
Keramik retak saat menerima beban
4. Tidak Menggunakan Nat atau Spasi yang Tepat
![]()
Keinginan mendapatkan tampilan tanpa celah sering membuat orang mengabaikan penggunaan nat. Padahal, nat berperan penting dalam menjaga stabilitas keramik.
Fungsi nat antara lain:
-
Memberi ruang pemuaian dan penyusutan
-
Mengurangi tekanan antar keramik
-
Menjaga posisi keramik tetap presisi
Tanpa nat, keramik saling menekan dan lebih mudah retak.
5. Tidak Memperhatikan Waktu Pengeringan
Saat memasang keramik, proses pengeringan sering diabaikan. Banyak orang langsung menginjak atau memberi beban sebelum perekat mengikat sempurna.
Akibatnya:
-
Keramik bergeser dari posisi awal
-
Ikatan perekat melemah
-
Keramik menjadi rentan retak setelah digunakan
6. Pemasangan Tidak Menyesuaikan Kondisi Lingkungan
Faktor lingkungan sering luput diperhatikan. Padahal, suhu dan kelembapan sangat memengaruhi hasil pemasangan keramik.
Beberapa kondisi yang berisiko antara lain:
-
Pemasangan saat cuaca terlalu panas
-
Pemasangan di area lembap tanpa ventilasi
-
Paparan air sebelum perekat kering
Kondisi ini dapat mengganggu proses ikatan dan menurunkan kekuatan keramik.
Dampak Jangka Panjang Kesalahan Memasang Keramik
Kesalahan saat memasang keramik tidak hanya menyebabkan retak, tetapi juga menimbulkan masalah lanjutan, seperti:
-
Keramik berbunyi kopong
-
Nat cepat rusak
-
Air merembes ke lapisan bawah
-
Struktur lantai atau dinding melemah
Jika menyepelekan kerusakan kecil dapat berkembang menjadi renovasi besar yang memerlukan biaya tambahan.
Tips Memasang Keramik agar Tidak Mudah Retak
Untuk meminimalkan risiko kerusakan, Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
-
Pastikan permukaan dasar rata, bersih, dan kering
-
Gunakan perekat keramik sesuai jenis dan area
-
Atur komposisi adukan sesuai petunjuk
-
Gunakan spacer untuk jarak nat yang konsisten
-
Biarkan keramik mengering sempurna sebelum di injak
Dengan langkah ini, proses memasang keramik menjadi lebih aman dan hasilnya lebih tahan lama.
Kesimpulan
Kesalahan saat memasang keramik sering terjadi karena kurangnya persiapan dan pemilihan material yang tidak tepat. Padahal, faktor seperti kondisi permukaan, jenis perekat, teknik pemasangan, dan waktu pengeringan sangat menentukan ketahanan keramik terhadap retak.
Jika Anda ingin hasil pemasangan keramik lebih rapi dan awet, sebaiknya mulai berkonsultasi dengan penyedia material bangunan terpercaya. Melalui layanan belanja material online, Anda bisa memperoleh rekomendasi produk yang sesuai, estimasi kebutuhan, serta proses pembelian yang praktis dan aman tanpa harus repot.