
Apa Penyebab Plester Dinding Mengelupas dan Rontok?
Plester dinding mengelupas dan rontok merupakan masalah yang sering ditemukan pada bangunan rumah maupun gedung. Kondisi ini tidak hanya mengganggu tampilan dinding, tetapi juga dapat menurunkan kualitas dan daya tahan struktur bangunan secara keseluruhan.
Jika dibiarkan terlalu lama, plester yang rusak bisa memicu masalah lanjutan seperti retak dinding, lembap, hingga pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab plester dinding mengelupas agar perbaikan dapat dilakukan dengan tepat dan tidak berulang.
Apa Itu Plester Dinding dan Fungsinya?
Sebelum membahas penyebab kerusakan, kita perlu memahami terlebih dahulu fungsi plester dinding dalam konstruksi bangunan.
Plester dinding adalah lapisan mortar yang diaplikasikan di atas pasangan bata atau beton. Lapisan ini berfungsi untuk meratakan permukaan dinding, melindungi struktur dari cuaca, serta menjadi dasar sebelum pengecatan atau pemasangan finishing lainnya.
Jika proses plesteran tidak dilakukan dengan benar, maka risiko kerusakan seperti mengelupas dan rontok akan lebih besar.
Penyebab Plester Dinding Mengelupas dan Rontok
Plesteran tidak rusak begitu saja. Namun, ada beberapa faktor utama yang sering menjadi penyebabnya, baik dari segi material, teknik pengerjaan, maupun kondisi lingkungan.
1. Komposisi Adukan Tidak Tepat
Salah satu penyebab paling umum dinding mengelupas adalah komposisi adukan yang tidak sesuai. Perbandingan semen, pasir, dan air yang keliru akan memengaruhi daya rekat plester pada dinding.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
-
Terlalu banyak pasir sehingga adukan rapuh
-
Kandungan semen terlalu sedikit
-
Adukan terlalu encer atau terlalu kering
Adukan yang tidak seimbang membuat plester mudah retak dan akhirnya terlepas dari dinding.
2. Kualitas Material yang Digunakan Rendah
Material berkualitas rendah sangat berpengaruh terhadap hasil plesteran. Pasir yang kotor atau mengandung lumpur, serta semen yang sudah lama disimpan, dapat menurunkan kekuatan plester.
Dampaknya antara lain:
-
Daya rekat plester berkurang
-
Plester cepat rapuh
-
Mudah rontok meski baru diaplikasikan
Rekomendasi produk mortar berkualitas untuk plester dinding:
-
Mortar Indonesia SIG D‑2 Perekat Bata Merah dan Plester – Mortar berkualitas dari Sidistributor untuk perekat dan plester dengan mutu terkontrol, memudahkan aplikasi sekaligus memperkecil risiko retak akibat penyusutan.
-
Mortar LeichtMix LM110 Plester Acian – Mortar dasar yang kuat untuk plester dinding serta perekat bata ringan, membantu meningkatkan stabilitas struktur.
3. Kurangnya Persiapan Permukaan DindingÂ
![]()
Permukaan dinding yang kering, berdebu, atau terlalu halus dapat menyebabkan plester tidak menempel sempurna. Banyak kasus dinding yang mengelupas terjadi karena tahap persiapan dinding terabaikan.
Beberapa kesalahan umum:
lester dinding sering mengelupas dan rontok? Kenali penyebabnya mulai dari material hingga teknik pengerjaan agar dinding lebih kuat dan tahan lama.
-
Dinding tidak dibasahi sebelum diplester
-
Debu dan kotoran tidak dibersihkan
-
Permukaan terlalu licin tanpa perlakuan tambahan
Idealnya, dinding dibasahi secukupnya agar adukan dapat melekat dengan kuat.
4. Teknik Aplikasi Plester Dinding yang Kurang Tepat
Selain material, teknik pengerjaan juga berpengaruh besar. Plester yang pengaplikasiannya terlalu tebal dalam satu tahap berisiko mengalami retak dan rontok setelah mengering.
Kesalahan teknik yang sering terjadi:
-
Plester terlalu tebal tanpa lapisan bertahap
-
Tekanan saat aplikasi tidak merata
-
tidak memperhatikan waktu pengeringan
Pengaplikasian Plesteran sebaiknya  secara bertahap untuk mendapatkan hasil maksimal.
5. Pengaruh Kelembapan dan Air
Air merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan plester. Dinding yang sering terkena rembesan air atau kelembapan tinggi akan membuat plester kehilangan daya rekatnya.
Kondisi ini sering terjadi pada:
-
Dinding kamar mandi
-
Area dapur
-
Dinding luar bangunan tanpa pelindung
6. Proses Curing yang Tidak Maksimal
Curing atau perawatan setelah plesteran sering kali terabaikan. Padahal, proses ini penting agar plester mengering secara sempurna dan tidak cepat retak.
Beberapa kesalahan curing:
-
Plester dibiarkan kering terlalu cepat
-
Tidak dilakukan penyiraman ringan
-
Terpapar panas matahari langsung
Plester yang kering terlalu cepat akan kehilangan kekuatan ikatnya.
7. Usia Bangunan dan Faktor Lingkungan
Pada bangunan lama, plester yang mengelupas bisa terjadi akibat faktor usia. Perubahan suhu, getaran, dan pergeseran struktur juga memengaruhi ketahanan plester. Jika muncul tanda-tanda di bawah ini, Anda bisa segera melakukan perbaikan sebelum kondisinya semakin parah.
Tanda-tandanya antara lain:
-
Plester mulai retak halus
-
Permukaan terasa rapuh
-
Mudah terkelupas saat tersentuh
Cara Mencegah Plester Dinding Mengelupas
Agar masalah tidak terulang, lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:
-
Gunakan material berkualitas dan bersih
-
Perhatikan perbandingan adukan
-
Basahi dinding sebelum mengaplikasikan plester
-
Aplikasikan plester secara bertahap
-
Lakukan curing dengan benar
Langkah sederhana ini dapat meningkatkan daya tahan plester secara signifikan.
Kesimpulan
Plester dinding mengelupas dan rontok bukan hanya masalah estetika, tetapi juga indikasi adanya kesalahan pada material, teknik, atau kondisi lingkungan. Mulai dari komposisi adukan, kualitas bahan, hingga pengaruh air, semua faktor tersebut saling berkaitan.
Jika Anda ingin mencegah kerusakan plester sejak dini atau sedang mencari solusi perbaikan yang tepat, sebaiknya lakukan konsultasi dengan penyedia material dan produk konstruksi terpercaya.
Untuk referensi material plester, mortar instan, dan kebutuhan bangunan lainnya, Anda dapat konsultasi dengan Tim Jual Mortar untuk kebutuhan konstruksi Anda.