
Mortar Tidak Menyatu dengan Permukaan Lama, Apa Solusinya?
Mortar tidak menyatu dengan permukaan lama menjadi salah satu masalah paling sering terjadi saat renovasi atau perbaikan bangunan. Kondisi ini membuat hasil pekerjaan kurang rapi, daya rekat lemah, dan berpotensi menimbulkan kerusakan lanjutan seperti retak hingga terkelupas. Jika dibiarkan, kualitas bangunan tentu akan menurun dalam jangka panjang.
Masalah mortar tidak menyatu sebenarnya bisa dicegah dan diperbaiki jika penyebabnya dipahami sejak awal. Mulai dari kondisi permukaan lama, pemilihan jenis mortar, hingga teknik aplikasi yang kurang tepat, semuanya berpengaruh pada hasil akhir. Artikel ini akan membahas penyebab dan solusi efektif agar mortar dapat menyatu dengan kuat dan tahan lama.
Penyebab Mortar Tidak Menyatu dengan Permukaan Lama
Sebelum mencari solusi, penting untuk memahami faktor utama yang menyebabkan mortar tidak menyatu dengan baik.
Kondisi Permukaan Lama yang Tidak Ideal
Permukaan lama yang tidak dipersiapkan dengan baik menjadi penyebab utama mortar tidak menyatu. Debu, sisa cat, minyak, atau lapisan lama yang rapuh dapat menghalangi mortar untuk menempel secara optimal. Akibatnya, ikatan antara mortar dan permukaan menjadi lemah dan mudah terlepas dalam waktu singkat.
Beberapa kondisi yang sering ditemukan:
-
Permukaan berdebu atau berminyak
-
Terdapat sisa cat, plester lama, atau lumut
-
Permukaan terlalu halus atau terlalu rapuh
-
Struktur lama sudah retak atau keropos
Pemilihan Jenis Mortar yang Tidak Sesuai
Tidak semua mortar dirancang untuk diaplikasikan pada permukaan lama. Penggunaan mortar biasa tanpa daya rekat tambahan sering menyebabkan mortar tidak menyatu dengan baik. Terlebih pada proyek renovasi, permukaan lama membutuhkan mortar dengan formulasi khusus agar mampu berikatan kuat.
Kesalahan umum meliputi:
-
Menggunakan mortar biasa untuk renovasi
-
Tidak menggunakan mortar dengan bonding agent
-
Komposisi mortar terlalu encer atau terlalu kering
Teknik Aplikasi yang Kurang Tepat
Selain material dan permukaan, teknik aplikasi juga sangat menentukan hasil akhir. Aplikasi yang terburu-buru atau tidak sesuai prosedur dapat membuat mortar gagal menempel meskipun komposisinya sudah tepat. Kesalahan kecil pada tahap ini sering berujung pada hasil yang kurang maksimal.
Kesalahan yang sering terjadi:
-
Permukaan tidak dibasahi sebelum aplikasi
-
Ketebalan mortar tidak merata
-
Tidak memperhatikan waktu pengeringan
-
Pencampuran mortar tidak sesuai takaran
Dampak Jika Mortar Tidak Menyatu dengan Baik
Masalah mortar tidak menyatu tidak hanya berdampak pada tampilan, tetapi juga pada kekuatan bangunan. Lapisan mortar yang mudah terlepas akan membuat dinding lebih rentan terhadap retak dan rembesan air. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan umur pakai bangunan.
Beberapa dampak yang bisa terjadi:
-
Lapisan mortar mudah terkelupas
-
Timbul retakan pada dinding
-
Daya tahan bangunan menurun
-
Biaya perbaikan menjadi lebih besar
Solusi Efektif Mengatasi Mortar Tidak Menyatu
![]()
Persiapan permukaan merupakan langkah paling krusial sebelum aplikasi mortar. Permukaan yang bersih, kuat, dan lembap akan membantu mortar menempel secara maksimal. Tanpa persiapan yang baik, kualitas mortar tidak akan memberikan hasil optimal.
Persiapan Permukaan yang Benar
Persiapan permukaan merupakan langkah paling krusial sebelum aplikasi mortar. Permukaan yang bersih, kuat, dan lembap akan membantu mortar menempel secara maksimal. Tanpa persiapan yang baik, kualitas mortar tidak akan memberikan hasil optimal.
Ikuti langkah-langkah berikut:
-
Bersihkan permukaan dari debu, minyak, dan kotoran
-
Kupas cat atau lapisan lama yang mengelupas
-
Perbaiki bagian yang retak atau rapuh
-
Basahi permukaan sebelum aplikasi mortar
Gunakan Mortar Khusus Renovasi
Dalam mengatasi masalah mortar tidak menyatu penting untuk memilih perekat khusus sesuai dengan kebutuhan renovasi. Jenis mortar ini memiliki formulasi dengan daya rekat lebih tinggi sehingga mampu menempel kuat pada permukaan lama. Selain itu, mortar khusus renovasi juga lebih stabil dan mudah pengaplikasiannya.
Ciri mortar yang direkomendasikan:
-
Mengandung bahan perekat tambahan
-
Daya rekat tinggi pada beton lama
-
Mudah diaplikasikan dan konsisten
Perhatikan Teknik Aplikasi Mortar
Teknik aplikasi yang tepat membantu mortar menyatu dengan permukaan secara sempurna. Proses ini membutuhkan ketelitian, mulai dari pencampuran hingga tahap pengeringan.
Perhatikan beberapa hal berikut:
-
Campur mortar sesuai petunjuk pabrik
-
Aplikasikan secara merata
-
Hindari lapisan terlalu tebal
-
Ikuti waktu curing yang sesuai dengan anjuran
pemilihan mortar yang kurang tepat, serta teknik aplikasi yang salah, kondisi permukaan yang tidak ideal dapat menyebabkan permasalahan mortar tidak menyatu dengan permukaan lama.
Oleh karena itu, daya rekat yang signifikan dapat menghasilkan dinding lebih tahan lama, tidak mudah retak, dan menempel dengan sempurna jika pengaplikasiannya menggunakan teknik dengan benar.
Yuk konsultasikan kebutuhan renovasi rumah dan pembelian mortar dapat mengakses langsung melalui website ini Jual Mortar, platform tepercaya yang menyediakan berbagai kebutuhan material bangunan.