
Kenapa Plesteran Dinding Bisa Mengelupas Meski Pakai Semen?
Plesteran dinding sering dianggap aman selama menggunakan semen yang berkualitas. Namun pada kenyataannya, banyak kasus plesteran justru mengelupas, retak, atau rontok meskipun semennya tergolong baik. Kondisi ini tentu membingungkan, terutama bagi pemilik rumah yang merasa sudah memilih material yang tepat.
Masalah pada plesteran dinding tidak selalu berasal dari kualitas semen saja. Proses pengerjaan, kondisi material pendukung, hingga teknik aplikasi memiliki peran besar terhadap hasil akhir. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab plesteran mengelupas agar masalah serupa tidak terulang.
Penyebab Plesteran Dinding Mengelupas
Plesteran dinding dapat mengelupas karena beberapa faktor yang sering terjadi di lapangan. Berikut penjelasan rinci yang perlu diperhatikan.
1. Permukaan Dinding Tidak Dipersiapkan dengan Baik
Salah satu penyebab utama plesteran dinding mengelupas adalah kondisi permukaan yang kurang siap. Dinding yang kotor, berdebu, atau terlalu licin membuat adukan tidak menempel sempurna.
Sebelum melakukan plesteran, pekerja sebaiknya:
-
Membersihkan debu dan sisa material
-
Membasahi dinding secukupnya
-
Memastikan permukaan tidak terlalu kering
2. Komposisi Adukan Tidak Seimbang
Meskipun menggunakan semen yang baik, komposisi campuran tetap sangat menentukan. Adukan yang terlalu banyak pasir membuat daya rekat menurun, sedangkan adukan yang terlalu kental menyulitkan aplikasi.
Plesteran dinding membutuhkan adukan yang:
-
Tidak terlalu encer
-
Tidak terlalu kering
-
Mudah diratakan dan menempel
3. Teknik Aplikasi Kurang Tepat
Teknik plesteran yang terburu-buru atau tidak merata dapat menurunkan kualitas hasil. Ketika adukan diaplikasikan terlalu tebal dalam satu tahap, risiko retak dan pengelupasan akan meningkat.
Untuk hasil yang lebih baik, plesteran dinding sebaiknya:
-
Dilakukan secara bertahap
-
Diratakan dengan tekanan yang cukup
-
Tidak langsung ditimpa lapisan terlalu tebal
Pengaruh Kondisi Lingkungan terhadap Plesteran Dinding
![]()
Kondisi lingkungan juga memengaruhi daya tahan plesteran dinding, terutama saat proses pengeringan.
Paparan Panas Berlebih
Cuaca yang terlalu panas membuat adukan mengering terlalu cepat. Akibatnya, ikatan antara plester dan dinding tidak terbentuk sempurna.
Kelembapan Tinggi
Sebaliknya, lingkungan yang terlalu lembap dapat memperlambat proses pengeringan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kekuatan plesteran jika tidak dikontrol dengan baik.
Peran Material Perekat dalam Kualitas Plesteran
Selain semen, material perekat turut memengaruhi kualitas plesteran dinding. Pada pekerjaan tertentu, penggunaan mortar instan membantu menghasilkan daya rekat yang lebih konsisten.
Mengapa Mortar Membantu Mengurangi Pengelupasan?
Penggunaan mortar membantu pekerja mendapatkan hasil yang lebih rapi dan minim masalah teknis. Mortar memiliki komposisi yang terkontrol sehingga:
-
Daya rekat lebih stabil
-
Risiko kesalahan campuran berkurang
-
Hasil plesteran lebih merata
Rekomendasi Merek Mortar Terbaik di Indonesia
Jual Mortar menyediakan berbagai merek mortar yang berkualitas dengan segmentasi yang berbeda-beda bisa disesuaikan dengan budget Anda. Berikut ini rekomendasi merek mortar yang ada di Jual Mortar:
Terdapat beberapa website yang juga menjual berbagai merek tersebut seperti bahanmaterial.com, sidistributor.com, hingga belanjamaterial.com
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi di Lapangan
Agar plesteran dinding tidak mudah mengelupas, kesalahan berikut sebaiknya dihindari:
-
Mengabaikan kondisi permukaan dinding
-
Menggunakan adukan yang tidak konsisten
-
Mengerjakan plesteran tanpa jeda pengeringan
-
Langsung melakukan finishing sebelum plester benar-benar kuat
Kesalahan-kesalahan ini sering terlihat sepele, tetapi dampaknya cukup besar pada kualitas akhir.
Baca Juga: Mortar Perekat: Fungsi, Kelebihan, dan Tips Aplikasi yang Tepat
Waktu Ideal untuk Melakukan Plesteran Dinding
Selain teknik dan material, waktu pengerjaan sangat memengaruhi kualitas plesteran dinding. Banyak kasus pengelupasan muncul karena pekerjaan dilakukan pada waktu yang kurang tepat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Hindari plesteran saat cuaca terlalu panas karena adukan bisa mengering terlalu cepat.
-
Perhatikan jeda waktu antar tahap pekerjaan, terutama jika dinding baru selesai dipasang.
-
Biarkan dinding cukup lembap, tetapi tidak basah, sebelum plesteran dilakukan.
Perbedaan Plesteran Dinding Interior dan Eksterior
![]()
Plesteran dinding interior dan eksterior memiliki kebutuhan yang berbeda. Jika pekerja menggunakan pendekatan yang sama, risiko kerusakan akan meningkat.
Pada dinding eksterior:
-
Lebih sering terpapar panas dan hujan
-
Membutuhkan daya rekat dan ketahanan lebih tinggi
Sementara itu, dinding interior:
-
Lebih fokus pada kerapian dan hasil akhir
-
Memerlukan adukan yang mudah diratakan
Memahami perbedaan ini membantu menentukan metode dan material yang lebih sesuai.
Pengaruh Ketebalan Plester terhadap Risiko Pengelupasan
Ketebalan plesteran dinding sering diabaikan, padahal faktor ini berpengaruh langsung pada kekuatan hasil akhir. Plester yang terlalu tebal dalam satu lapisan cenderung lebih mudah retak dan mengelupas.
Idealnya:
-
Plester diaplikasikan secara bertahap
-
Ketebalan dibuat merata di seluruh bidang dinding
-
Setiap lapisan diberi waktu ikat yang cukup
Plesteran dinding dapat mengelupas meskipun menggunakan semen yang baik karena kualitas hasil sangat dipengaruhi oleh proses pengerjaan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, memahami faktor-faktor tersebut sejak awal membantu menghasilkan plesteran yang lebih kuat, rapi, dan tahan lama dalam jangka panjang.
Konsultasikan kebutuhan mortar perekat untuk mendapatkan plasteran terbaik dan tahan lama hanya disini!