2. Tidak Menggunakan Benang atau Waterpass Secara Konsisten
Selanjutnya, kesalahan umum lainnya adalah mengabaikan alat bantu seperti benang ukur dan waterpass. Banyak yang merasa cukup mengandalkan perkiraan visual, terutama pada proyek berskala kecil.
Padahal, tanpa alat bantu tersebut, dinding sangat berpotensi tidak lurus atau tidak tegak. Seiring bertambahnya ketinggian dinding, ketidaktepatan ini akan semakin terlihat dan sulit diperbaiki. Oleh sebab itu, penggunaan alat ukur harus dilakukan secara konsisten di setiap lapisan.
3. Ketebalan Mortar Perekat Tidak Seragam
Dalam praktik pemasangan bata ringan, umumnya menggunakan mortar perekat agar hasil lebih stabil dan konsisten. Namun, ketebalan perekatnya sering kali tidak dikontrol dengan baik. Ada bagian yang terlalu tebal, sementara bagian lain terlalu tipis.
Kondisi ini menyebabkan daya rekat tidak merata dan membuat struktur dinding menjadi kurang stabil. Selain itu, mortar yang terlalu tebal juga berpotensi mengalami penyusutan tidak merata, sehingga memicu retak rambut pada permukaan dinding.
4. Bata Ringan Tidak Dibasahi Secukupnya
Meskipun bata ringan memiliki daya serap air yang lebih rendah dibanding bata merah, bukan berarti proses pembasahan boleh diabaikan sepenuhnya. Sayangnya, masih banyak yang melewatkan tahap ini.
Akibatnya, bata ringan dapat menyerap air dari perekat terlalu cepat. Hal ini membuat ikatan tidak bekerja optimal dan kekuatan sambungan berkurang. Oleh karena itu, pembasahan ringan tetap diperlukan agar proses pengerasan berjalan lebih stabil.
5. Pola Penyusunan Bata Tidak Tepat
Kesalahan berikutnya berkaitan dengan pola pemasangan. Banyak dinding bata ringan dipasang dengan sambungan vertikal yang sejajar dari bawah ke atas.
Padahal, pola susunan seperti ini melemahkan struktur dinding. Idealnya, pemasangan bata ringan dilakukan dengan sistem berselang atau zigzag agar beban dapat terdistribusi lebih merata. Dengan pola yang tepat, dinding akan menjadi lebih kuat dan tahan terhadap pergerakan struktur.
6. Tidak Memberi Penguatan Tambahan pada Area Tertentu
Selain itu, beberapa area seperti sudut dinding, pertemuan kolom, dan bukaan pintu atau jendela membutuhkan perlakuan khusus. Namun, hal ini sering diabaikan dalam pemasangan bata ringan.
Tanpa penguatan tambahan, area tersebut menjadi titik rawan retak. Oleh karena itu, penggunaan angkur, wiremesh, atau tulangan tambahan sangat disarankan untuk meningkatkan kestabilan dinding secara keseluruhan.
7. Terburu-buru Melanjutkan Tahap Finishing
Terakhir, kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu cepat melanjutkan ke tahap plester atau finishing. Banyak pekerja tidak memberi waktu yang cukup bagi perekat untuk mengering dan mengikat sempurna.
Akibatnya, dinding belum cukup stabil saat menerima beban tambahan dari plesteran. Hal ini dapat memicu keretakan atau bahkan pelepasan lapisan dinding. Sebaiknya, beri waktu jeda sesuai rekomendasi agar hasil akhir lebih maksimal.
Mengapa Kesalahan Ini Perlu Dihindari?

Secara keseluruhan, kesalahan dalam pemasangan bata ringan tidak hanya memengaruhi tampilan dinding, tetapi juga berdampak pada kekuatan dan umur bangunan. Selain itu, perbaikan akibat kesalahan pemasangan sering kali memerlukan biaya tambahan dan waktu yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, memahami proses kerja dengan benar, menggunakan material yang sesuai, serta mengikuti tahapan pemasangan secara disiplin menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan dinding bata ringan.
Rekomendasi Mortar Berkualitas di JualMortar.com
Meskipun teknik pemasangan sudah dilakukan dengan benar, hasil akhir tetap sangat dipengaruhi oleh kualitas material yang digunakan. Oleh karena itu, pemilihan mortar yang tepat menjadi salah satu faktor penting agar pemasangan bata ringan maupun keramik dapat berjalan lebih rapi, kuat, dan tahan lama.
Sebagai solusi, Jual Mortar menyediakan berbagai pilihan mortar berkualitas yang dirancang khusus untuk kebutuhan konstruksi modern. Produk mortar yang tersedia memiliki formulasi konsisten, daya rekat tinggi, serta mudah diaplikasikan, sehingga membantu pekerja menjaga hasil pemasangan tetap presisi dan minim kesalahan teknis di lapangan.
Selain itu, penggunaan mortar berkualitas juga membantu mempercepat proses kerja karena tidak memerlukan pencampuran yang rumit. Dengan daya ikat yang stabil dan hasil yang lebih seragam, risiko retak atau lepas pada dinding maupun lantai dapat diminimalkan.
Cara Pemesanan Cepat dan Mudah
Pemesanan mortar dapat dilakukan secara online sehingga prosesnya lebih cepat dan mudah. Untuk memudahkan pembeli, Jual Mortar menyediakan beberapa saluran berbelanja seperti:
Jadi, sudah tau kan kalau beli mortar yang berkualitas itu dimana? konsultasikan kebutuhan bahan bangunanmu bersama Tim Jual Mortar.Â