
9 Tips Pilih Keramik Rumah: Cara Pasang Agar Lebih Hemat!
Memilih keramik rumah bukan hanya soal warna yang menarik atau motif kekinian. Keramik memengaruhi kenyamanan, kesan visual, serta biaya perawatan jangka panjang. Karena itu, penting memahami tips pilih keramik rumah agar hasil pemasangan rapi, kuat, dan hemat anggaran. Banyak orang hanya fokus pada harga dan desain, padahal kualitas bahan, tekstur, ukuran, dan cara pasang memiliki pengaruh besar terhadap performanya.
Ini Dia Tips Pilih Keramik Rumah!
![]()
1. Tentukan Keramik Berdasarkan Ruangannya
Setiap ruangan memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan keramik dengan spesifikasi tertentu. Area basah seperti kamar mandi dan dapur membutuhkan keramik dengan permukaan kesat agar tidak licin. Sementara ruang keluarga atau kamar tidur membutuhkan keramik yang nyaman diinjak dan mudah dibersihkan.
Contohnya, ruang tamu biasanya memakai keramik glossy atau satin untuk memberikan kesan elegan. Sementara area carport atau teras lebih cocok menggunakan keramik kasar yang tahan gesekan dan cuaca. Dengan menyesuaikan keramik berdasarkan ruangan, penggunaan bisa lebih optimal dan tidak menimbulkan risiko seperti terpeleset atau permukaan cepat rusak.
2. Pilih Ukuran Keramik Sesuai Skala Ruangan
Ukuran keramik berpengaruh pada kesan luas ruangan. Ruangan kecil biasanya tampak lebih lega ketika menggunakan keramik besar seperti 60×60 atau 80×80 karena natnya lebih sedikit. Sebaliknya, untuk ruangan yang sangat luas, menggunakan keramik ukuran sedang 40×40 atau 50×50 bisa menjaga proporsi lantai agar tidak terlihat terlalu kosong.
Selain itu, ukuran keramik juga memengaruhi jumlah keramik yang dibutuhkan dan tingkat kerumitan pemasangan. Keramik besar membutuhkan tukang yang lebih terampil agar terpasang rata. Jika tidak rata, hasilnya bisa terlihat bergelombang dan merusak penampilan ruangan.
3. Pertimbangkan Warna dan Motif yang Serasi dengan Konsep Rumah
Warna keramik sangat memengaruhi atmosfer ruangan. Rumah minimalis biasanya memilih warna monokrom seperti putih, abu-abu, atau hitam untuk tampilan bersih dan elegan. Warna terang membantu menciptakan kesan luas, sementara warna gelap memberikan aksen kuat dan modern.
Motif kayu memberikan nuansa hangat dan alami, cocok untuk ruang keluarga atau kamar tidur. Sedangkan, Motif batu alam atau marmer memberikan kesan mewah dan sangat cocok untuk ruang tamu. Agar hasilnya tidak berlebihan, pilih satu area sebagai focal point dan hindari memasang terlalu banyak motif berbeda dalam satu ruangan.
4. Perhatikan Tekstur untuk Keamanan dan Kenyamanan
Tekstur keramik tidak hanya memengaruhi tampilan tetapi juga faktor keamanan. Keramik glossy memang terlihat mewah, tetapi bisa licin ketika terkena air. Keramik matte lebih aman untuk area yang sering terkena cipratan.
Untuk kamar mandi, terutama area shower, keramik bertekstur kasar atau anti-slip menjadi pilihan paling aman. Sementara dapur ideal memakai keramik dengan tekstur halus-matte agar aman namun tetap mudah dibersihkan.
5. Cek Tingkat Kualitas dan Ketebalan Keramik
Keramik memiliki beberapa tingkat kualitas seperti KW1, KW2, dan KW3. KW1 merupakan kualitas tertinggi dengan tingkat kecacatan paling rendah. Untuk area penting seperti ruang tamu, memilih keramik KW1 akan membuat hasil pemasangan lebih rapi dan presisi.
Perhatikan juga ketebalan keramik. Keramik yang terlalu tipis lebih mudah retak saat menerima tekanan atau benturan. Keramik standar biasanya memiliki ketebalan 7–10 mm, sementara keramik outdoor bisa lebih tebal.
6. Sesuaikan Anggaran dengan Cerdas
Setiap jenis keramik memiliki perbedaan harga berdasarkan motif, ukuran, merek, dan kualitasnya. Untuk tetap hemat namun tidak mengorbankan kualitas, tentukan prioritas ruangan yang perlu keramik terbaik. Misalnya, ruang tamu atau area publik bisa memakai kualitas tinggi, sementara kamar tidur bisa memakai keramik standar.
Selain keramik, siapkan anggaran untuk perekat, nat, serta upah tukang. Semakin presisi ukuran dan kualitas keramik, semakin sedikit risiko pemborosan.
7. Gunakan Perekat Keramik yang Tepat Agar Hasil Tahan Lama
Cara memasang keramik sangat menentukan ketahanan jangka panjang. Banyak orang masih menggunakan metode semen biasa, padahal untuk keramik besar dan keramik dinding, menggunakan mortar perekat keramik (tile adhesive) jauh lebih efektif.
Tile adhesive membuat keramik menempel lebih kuat, mengurangi risiko kopong, dan mempercepat proses pemasangan. Hasilnya rapi, hemat waktu, dan meminimalkan pemborosan material.
8. Pilih Nat yang Warna dan Kualitasnya Tepat
Warna nat membantu menentukan tampilan akhir keramik. Nat terang cocok untuk keramik minimalis, sementara nat gelap lebih cocok untuk motif kayu atau batu alam. Gunakan nat anti jamur agar tidak cepat menghitam, terutama di kamar mandi dan dapur.
9. Pastikan Tukang Berpengalaman untuk Hasil Akhir yang Rapi
Keramik bagus tetap bisa terlihat kurang menarik bila pemasangannya tidak rapi. Karena itu, pilih tukang berpengalaman yang paham leveling, teknik pemotongan, serta pemilihan bahan perekat. Pemasangan yang baik akan membuat keramik rata, nat sejajar, dan tampilannya lebih profesional.
Memahami tips pilih keramik rumah membantu proses renovasi menjadi lebih efisien, rapi, dan tahan lama. Faktor seperti ukuran, warna, motif, tekstur, kualitas, dan cara pemasangan memiliki peran besar dalam menciptakan suasana rumah yang nyaman dan estetik.
Menggunakan bahan pemasangan yang tepat seperti tile adhesive juga membuat hasil akhirnya jauh lebih kuat dan minim masalah di kemudian hari. Cek katalog lengkap dan promo terbaru disini.