8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!

Teras rumah adalah area pertama yang menyambut tamu sekaligus bagian yang sering terpapar cuaca. Karena itu, memilih model keramik teras yang tepat sangat penting agar tampilan rumah tetap menarik sekaligus aman digunakan.

Tidak hanya mengutamakan estetika, keramik teras harus kuat, tahan panas, tahan hujan, serta memiliki permukaan anti-slip untuk mengurangi risiko terpeleset. Dengan begitu, teras bisa terlihat cantik sekaligus berfungsi maksimal.

Pada pembahasan berikut, tersedia delapan model keramik teras terbaik yang banyak digunakan pada hunian modern hingga rumah tropis Indonesia. Masing-masing model memiliki keunggulan dan karakter yang bisa disesuaikan dengan gaya rumah, kebutuhan fungsi, serta kondisi lingkungan sekitar.

Setelah itu, artikel juga membahas tips pemasangan agar keramik tidak mudah lepas, nat tidak cepat retak, dan permukaan tetap stabil dalam jangka panjang.

1. Model Keramik Teras Motif Batu Alam

Model keramik motif batu alam menjadi pilihan populer karena tampilannya yang natural dan menyatu dengan suasana outdoor. Tipe keramik ini biasanya meniru motif andesit, batu candi, hingga batu sabak yang memberikan kesan kokoh dan elegan.

Keunggulan dari keramik teras jenis ini adalah ketahanannya terhadap panas, tidak licin, serta mudah dibersihkan dibanding batu alam asli. Keramik motif batu alam juga cocok untuk rumah dengan konsep tropis, minimalis, dan industrial.

2. Model Keramik teras motif kayu

8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!

Motif kayu menawarkan kehangatan visual namun tetap awet seperti keramik pada umumnya. Tidak seperti kayu asli yang mudah lapuk, keramik motid kayu tahan terhadap cuaca, rayap, dan kelembapan.

Model ini ideal untuk teras belakang, teras santai, atau area dekat taman. Serat kayunya yang realistis memberikan tampilan homey tanpa perlu perawatan ekstra.

3. Keramik Teras Anti Slip (R11-R12)

Karena teras adalah area yang sering terkena air hujan, memilih keramik teras anti slip sangat penting untuk menjaga keamanan penghuni rumah. Tekstur kasar pada permukaannnya membantu meningkatkan cengkeraman kaki sehingga tidak licin meski dalam kondisi basah.

Keramik dengan rating anti slip R11-R12 sangat cocok digunakan untuk area terbuka, rumah di daerah hujan tinggi, atau hunian dengan aktivitas outdoor yang cukup sering.

4. Keramik Teras Motif Teraso

8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!

Model keramik teraso kini kembali populer berkat tampulannya yang unik, artistik, dan modern. Kombinasi butiran warna di dalam keramik menciptakan karakter visual yang khas dan menarik.

Keramik teras jenis ini cocok untuk rumah minimalis, modern retro, hingga industrial. Selain estetik keramik teraso juga cukup kuar dan tidak mudah pusdar warnanya.

5. Keramik Teras Motif Mozaik

8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!

Jika ingin tampilan teras yang lebih dekoratif, keramik motif mozaik bisa menjadi pilihan menarik. Susunan motif kecil-kecilnya menciptakan pola yang unik dan dinamis.

Model keramik teras ini bagus digunakan pada teras kecil, area dekat kolam, hingga area tempat duduk outdoor. Kekuatannya juga cukup baik karena biasanya memiliki permukaan slightly rough yang cocok untuk area luar ruangan.

6. Keramik Teras Warna Monokrom

8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!8 Model Keramik Lantai Teras Beserta Tips Pemasangannya!

Rumah bergaya modern minimalis biasanya memilih keramik teras warna monokromseperti hitam, putih, atau abu-abu karena tampilannya bersih dan elegan. Keramik monokrom memudahkan kamu memadukannya dengan dekorasi lain seperti pot tanaman atau kursi teras.

7. Model Keramik Teras Motif Hexagon

Keramik hexagon memberikan kesan kekinian dan stylish. Bentuknya yang bersudut membuat tampilan teras lebih dinamis tanpa perlu dekorasi berlebihan. Model ini cocok untuk area teras minimalis modern atau rumah bergaya skandinavia. Banyak pemilik rumah menggunakan kombinasi dua warna untuk membuat transisi visual yang lebih menarik.

8. Keramik Teras Tekstur Kasar untuk Outdoor

Keramik outdoor dengan tekstur kasar memang dirancang khusus untuk area teras yang sering terkena air hujan dan panas. Permukaan kasarnya memberikan grip yang lebih baik dan membuatnya tidak mudah licin. Model ini biasanya hadir dalam warna natural seperti abu-abu, cokelat tanah, dan hitam yang cocok untuk tampilan teras lebih natural dan timeless.

Tips Pemasangan Keramik Teras agar Awet & Tidak Mudah Retak

Memilih model keramik teras saja tidak cukup. Pemasangan yang tidak tepat dapat membuat keramik cepat lepas, retak, atau berubah warna. Berikut beberapa tips penting yang harus diperhatikan:

1. Gunakan Mortar Perekat Khusus Outdoor

Untuk area teras, sebaiknya menggunakan mortar perekat yang dirancang khusus untuk penggunaan luar ruangan. Mortar jenis ini memiliki daya rekat lebih kuat dan tahan terhadap perubahan suhu. Tidak disarankan memakai pasir-semen manual karena daya rekatnya kurang stabil pada cuaca ekstrem.

Baca Juga: Model Pemasangan Keramik: 7 Desain Bikin Rumah Lebih Estetik!

2. Perhatikan Kemiringan Teras Minimal 1–2%

Teras harus memiliki kemiringan yang cukup agar air mengalir keluar dan tidak menggenang. Air yang mengendap terlalu lama dapat menyebabkan lumut, permukaan licin, serta membuat nat lebih cepat rusak. Kemiringan ideal adalah 1–2% ke arah saluran pembuangan.

3. Gunakan Nat Anti Jamur dan Anti Retak

Nat berfungsi mengunci keramik sekaligus membuat hasil pemasangan lebih estetik. Untuk area teras, pilih nat yang memiliki ketahanan terhadap air dan panas serta tidak mudah berjamur. Nat yang tepat dapat memengaruhi daya tahan keramik secara keseluruhan.

4. Pastikan Permukaan Rata dan Bersih

Sebelum pemasangan, pastikan permukaan lantai benar-benar rata, padat, dan bebas debu. Kotoran yang tertinggal bisa mengurangi daya rekat mortar sehingga keramik lebih mudah terangkat atau kopong.

5. Lakukan Pemadatan dan Pembersihan Rutin

Setelah keramik terpasang, bersihkan secara berkala terutama setelah hujan. Dengan merawat area teras sekaligus dapat menjaga kualitas keramik dan memperpanjang umur pakainya.

Setiap model keramik teras memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda. Pemilihannya harus menyesuaikan dengan gaya rumah, kondisi lingkungan, dan kebutuhan keamanan. Keramik anti slip cocok untuk rumah yang sering terkena hujan, sementara motif kayu atau batu memberikan kesan alami yang hangat.

Lengkapi semua kebutuhan bangunanmu langsung dari distributornya, Klik di sini untuk konsultasi & cek ketersediaan barang!