
Model Pemasangan Keramik: 7 Desain Bikin Rumah Lebih Estetik!
Memilih model pemasangan keramik sering dianggap hal sepele, padahal pola yang tepat bisa mengubah suasana ruangan secara drastis. Pola tertentu bisa membuat ruangan terasa lebih luas, lebih modern, atau lebih mewah tanpa renovasi besar-besaran. Karena itu, pemilihan keramik dan cara pemasangannya harus selaras agar hasil akhirnya rapi dan tahan lama.
Tapi sering kali masalah muncul bukan karena kualitas keramiknya, melainkan karena pemilihan pola yang tidak tepat dan adukan yang tidak stabil. Di sinilah pentingnya menggunakan mortar perekat profesional agar setiap model pemasangan keramik bisa menempel kuat dan tidak mudah bergeser.
-
Model Pemasangan Keramik Horizontal
Model pemasangan keramik horizontal yang paling aman untuk semua tipe ruangan. Garis keramik yang tersusun searah membuat ruangan terasa lebih panjang dan bersih. Pola horizontal cocok untuk rumah minimalis, rumah klasik, hingga ruangan kecil seperti kamar mandi atau dapur.
Untuk mendapatkan hasil yang rata, gunakan mortar perekat keramik agar keramik tidak turun atau “ngelombang.” Hindari semen biasa karena cenderung membuat keramik cepat kopong.
-
Model Pemasangan Keramik Vertikal
Pola vertikal dapat memberi efek tinggi pada ruangan. Banyak dipakai untuk kamar mandi atau backsplash dapur. Keramik yang dipasang ke atas memberi kesan modern dan futuristik.
Karena posisi keramik berdiri vertikal, kekuatan mortar sangat menentukan. Pilih mortar dengan daya rekat tinggi agar keramik tidak melorot saat pemasangan.
-
Model Pemasangan Keramik Diagonal
Pola diagonal atau 45 derajat cocok untuk kamu yang ingin efek visual berbeda. Model pemasangan keramik ini membuat ruangan terlihat lebih lebar dan tidak monoton.
Kelemahannya hanya satu: butuh pemotongan lebih banyak. Jadi, kualitas mortar harus konsisten supaya keramik tidak mudah bergeser saat diratakan.
-
Model Pemasangan Keramik Herringbone
Pola herringbone sedang naik daun karena membuat ruangan terasa elegan seperti hotel modern. Pola zig-zag ini cocok untuk lantai maupun dinding.
Keramik dalam pola herringbone punya banyak titik tekan. Mortar berkualitas tinggi sangat membantu menjaga keramik tetap stabil.
-
Model Pemasangan Keramik Brick Style
Model pemasangan keramik ini memberi tampilan rustik dan hangat. Banyak dipakai untuk area dapur, café, atau tembok aksen dalam rumah.
Meskipun terlihat sederhana, garis nat harus sangat presisi. Mortar instan memberikan daya rekat merata sehingga hasilnya lebih clean.
-
Model Pemasangan Keramik Mosaik
Keramik mosaik dikenal sebagai elemen dekoratif yang mampu memberikan tampilan artistik pada dinding atau lantai. Model pemasangannya berbeda dengan keramik biasa karena mosaik tersusun dari potongan kecil yang sudah menempel pada lembaran jaring (mesh).
Karena butuh kerapian maksimal, pemasangan wajib memakai mortar perekat keramik agar keramik tidak bergeser selama proses setting. Mortar diaplikasikan menggunakan roskam bergerigi untuk menjaga ketebalan yang konsisten.
-
Model Pemasangan Keramik HoneyComb
Keramik honeycomb memiliki bentuk heksagonal seperti sarang lebah, sehingga menghasilkan tampilan yang unik dan modern. Model pemasangan ini semakin populer pada desain rumah minimalis, industrial, hingga kontemporer karena mampu memberikan pola visual yang tegas namun tetap elegan.
Keunikan bentuk heksagonal membuat pemasangannya berbeda dari keramik persegi biasa; setiap sisinya harus terhubung secara presisi agar pola sarang lebah terlihat sempurna.
Cara Pemasangan Keramik dengan Benar
-
Siapkan permukaan lantai/dinding
Langkah pertama dalam pemasangan keramik adalah memastikan permukaan yang akan dipasang benar-benar rata, bersih, dan kokoh. Permukaan yang tidak rata dapat menyebabkan keramik mudah retak, bergeser, atau tidak menempel sempurna.
Bersihkan debu, minyak, kotoran, dan sisa material lama agar daya rekat mortar bekerja maksimal. Jika terdapat bagian berlubang atau tidak rata, lakukan perataan menggunakan screed atau acian tipis.
-
Tentukan pola dan arah pemasangan
Sebelum mulai menempelkan keramik, tentukan dulu pola pemasangan seperti grid standar, diagonal, susun bata, herringbone, atau pola lain sesuai konsep ruang. Arah pemasangan juga penting supaya hasil akhirnya simetris dan tidak terkesan “miring”.
Tukang biasanya melakukan dry layout, yaitu menata beberapa keramik tanpa mortar untuk mengecek komposisi pola dan menentukan titik awal pemasangan.
-
Gunakan mortar perekat keramik
Mortar perekat keramik adalah bahan yang paling direkomendasikan untuk pemasangan modern karena punya daya lekat tinggi, praktis, dan sudah terukur takarannya.
Aplikasikan mortar secara merata menggunakan notched trowel (sekrop bergerigi) agar perekat membentuk alur yang dapat mengunci keramik dengan kuat. Tidak perlu lapisan yang terlalu tebal cukup 3–5 mm agar keramik menempel rata dan tidak mudah copot.
-
Biarkan mortar mengering minimal 24 jam agar keramik tidak bergeser
Setelah keramik ditempel, jangan langsung diinjak atau dibebani barang berat. Waktu pengeringan minimal 24 jam diperlukan agar mortar merekat sempurna dan keramik tidak bergeser.
Pada beberapa produk tertentu, waktu curing bisa lebih cepat atau sedikit lebih lama bergantung pada kondisi ruangan dan jenis keramik. Proses pengeringan ini krusial karena jika terganggu, keramik bisa menjadi tidak rata atau bahkan retak di kemudian hari.
-
Pasang Nat Keramik agar lebih rapi
Setelah mortar mengering, langkah berikutnya adalah memasang nat untuk mengisi celah antar keramik. Nat berfungsi menjaga keramik tetap stabil, mencegah air merembes ke bawah permukaan, serta membuat hasil pemasangan terlihat lebih rapi dan bersih.
Pilih warna nat yang sesuai agar menyatu dengan keramik atau sengaja dibuat kontras untuk tampilan dekoratif.
-
Lakukan Finishing
Tahap finishing bertujuan memastikan semua keramik terpasang rapi dan permukaannya bersih. Periksa apakah ada keramik yang miring, celah nat yang masih kurang, atau permukaan yang masih kotor.
Bersihkan seluruh area menggunakan kain basah atau spons lembut tanpa bahan kimia keras agar keramik tetap aman. Jika diperlukan, lakukan polishing ringan pada keramik glossy agar tampilannya maksimal.
Memilih model pemasangan keramik yang tepat sama pentingnya dengan teknik pemasangannya. Setiap pola memberikan karakter visual yang berbeda dan membutuhkan ketelitian. Dengan mengikuti langkah pemasangan yang benar hasilnya tidak hanya estetik tapi juga kuat dan tahan lama.
Jadi, Tunggu apa lagi segera konsultasikan kebutuanmu bersama Tim Jual Mortar!